<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Risalah Al Muawwanah</title>
	<atom:link href="http://risalahmuawwanah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Jun 2007 10:16:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='risalahmuawwanah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Risalah Al Muawwanah</title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://risalahmuawwanah.wordpress.com/osd.xml" title="Risalah Al Muawwanah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://risalahmuawwanah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>fasal 14</title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/25/fasal-14-2/</link>
		<comments>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/25/fasal-14-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 10:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/25/fasal-14-2/</guid>
		<description><![CDATA[(Fasal 14) Dan telah datang penjelasan bahwasanya Malaikat tidak akan pernah memasuki suatu rumah yang di dalamnya terdapat orang yang berjunub. Apabila malaikat telah pergi, maka akan datanglah syaithan dari segala penjuru. Oleh karena itu takutlah kamu jika engkau makan atau tidur dalam keadaan junub sehingga engkau akan mengalami bahaya disebabkan hal yang demikian itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=27&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:24pt;font-family:'Monotype Corsiva';color:#7f007f;">(Fasal 14)</span></strong><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan telah datang penjelasan bahwasanya Malaikat tidak akan pernah memasuki suatu rumah yang di dalamnya terdapat orang yang ber<em>junub</em>. Apabila malaikat telah pergi, maka akan datanglah syaithan dari segala penjuru. Oleh karena itu takutlah kamu jika engkau makan atau tidur dalam keadaan <em>junub</em> sehingga engkau akan mengalami bahaya disebabkan hal yang demikian itu. Apabila engkau tidak mampu untuk melakukan mandi <em>jinabat </em>seketika, maka berusahalah agar engkau dapat mencuci <em>farji </em>dan berwudhu’. Dan wajib bagi kamu untuk selalu memperbaharui <em>wudhu’</em> pada setiap mengerjakan shalat fardhu, dan berusahalah agar engkau selalu dalam kondisi bersuci (menanggung wudhu) dan bersegeralah perbaharui wudhu apabila engkau berhadats karena sesungguhnya <em>wudhu</em>’ adalah senjata orang Mukmin. Dan manakalah senjata selalu berada di tangan, maka musuh pastilah akan selalu menjauh darimu. Dan sungguh telah datang seseorang menghadap kepada Syaikh Abi Al-Hasan Asy-Syadzily RA untuk mengajarinya ilmu <em>kimia, </em>maka<em> </em>Syaikh memerintahnya untuk mendampingi beliau selama satu tahun dengan syarat selalu memperbaharui wudhu apabila berhadats, kemudian mengerjakan shalat dua reka’at. Maka Syaikh akan mengajarinya<span>  </span>ilmu <em>kimia </em>setelah itu. Maka setelah sempurna satu tahun, pergilah lelaki tersebut ke sebuah sumur dengan maksud hendak mengambil air minum dari sumur itu, dan secara tiba-tiba dipenuhilah timba itu dengan emas dan perak. Maka dibuanglah kembali emas dan perak itu ke dalam sumur karena <em>zuhud</em>nya daripada emas dan perak tadi. Maka kembalilah lelaki tersebut menghadap Syaikh Abi Al-Hasan Asy-Syadzily RA dan menceritakan apa yang telah terjadi. Maka berkatalah Syaikh kepada orang itu, “Sekarang engkau telah menjadi seorang ahli <em>kimia</em>. Dan Syaikh memerintahkannya ntuk menyeru manusia ke jalan Allah. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan wajib bagi kamu untuk mengerjakan shalat dua rekaat setelah berwudhu’ dan jika engkau tidak mampu untuk melanggengkan bersuci maka berusahalah engkau tidak meninggalkan wudhu ketika engkau duduk di dalam masjid, dan ketika membaca Al-Qur’an, dan ketika mengkaji ilmu agama, dan ketika duduk untuk berdzikir dan lain sebagainya dari beberapa amalan ibadah. Dan apabila engkau mengerjakan wudhu atau mandi <em>jinabat</em> maka takutlah engkau dengan hanya mengerjakan fardhunya sahaja, akan tetapi sebaiknya engkau juga harus menjaga <em>sunah-sunahnya </em>pula.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan sebaiknya bagi kamu untuk mandi pada sebagian waktu dengan niat membersihkan diri meskipun engkau tidak dalam keadaan <em>jinabat</em>. Dan telah pula datang penjelasan tentang mandi teesebut seperti mandi pada hari Jum’ah maka menjadi suatu keharusan bagi kamu untuk melaksanakannya. Demikian pula pada waktu-waktu yang lain . dan apabila telah selesai melaksanakan wudhu’ demikian pula mandi, maka ucapkanlah <em>“Asy hadu An-Laa Ilaaha IllaLlaah wahdaHu Laa Syariika laHu, wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘AbduHu wa RasuuluH.</em></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan wajib pula bagi kamu untuk selalu menjaga tatakrama sebagaimana yang termaktub di dalam As-S<em>unnah</em> baik secara lahir maupun bathin demikian pula dalam kebiasaan sehari-hari maupun ketika melaksanakan ibadah, dengandemikian maka akan sempurnalah<em> Mutaba’ah </em>dan sempurna pula bagimu dalam mengikuti jejak <em>RasuluLlah SAW </em><span> </span>yaitu Rasul Yang penuh <em>rahmah</em> dan Nabi yang membawa petunjuk ke jalan yang lurus. Jika engkau menginginkan termasuk menjadi golongan <em>Ash-Shiddiqiin, </em>maka janganlah engkau melakukan sesuatu baik itu merupakan amal kebiasaan sehari-hari terlebih lagi suatu amalan ibadah kecuali engkau mengetahui dan melihat adakah RasuluLlah SAW, juga para sahabat RA sama ada melakukan hal yang demikian atau tidak. Apabila engkau tidak mendapati Mereka melakukan hal yang demikian, maka tahanlah dirimu untuk tidak mengerjakannya meskipun perbuatan tersebut termasuk sesuatu yang <em>mubah</em> karena sesungguhnya mereka tidak memasuki amalan tersebut melainkan telah datang <em>khabar / ilmu </em>kepada mereka dalam hal meninggalkan amalan tersebut. Dan apabila engkau mengetahui bahwa mereka mengerjakan / memasuki sebuah amal perbuatan, maka yang pertama ketahuilah bagaimana tata cara mereka mengerjakan amalan tersebut </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan ketehuilah barang siapa yang menjaga kebiasaan sehari-hari dengan <em>adab</em> / tata krama yang diajarkan Nabi SAW, maka Allah akan menjaga dirinya daik secara lahir maupun bathinnya dihindarkan dari <em>tabi’at dan akhlak </em>yang tercela, dan ia akan mendapatkan kebaikan dan manfaat baik dalam hal agama maupun perkara <em>duniawiyahnya</em>. Dan bagi seseorang yang menginginkan kesempurnaan dan kemerdekaan diri serta kesucian diri dari kotoran, maka hendaklah menjadikan semua gerak dan diamnya baik secara zahir maupun bathinnya selalu dalam kerangka undang-undang <em>syari’ah</em>, mengikuti <em>isyarah </em>syar’i dan <em>akal.</em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=27&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/25/fasal-14-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>fasal 13</title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/25/fasal-13-3/</link>
		<comments>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/25/fasal-13-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 10:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/25/fasal-13-3/</guid>
		<description><![CDATA[(Fasal 13) dan wajib bagi kamu untuk selalu menjaga kesucian lahir dan bathinmu karena barang siapa yang sempurna kesuciannya maka ruh nya dan sirrinya akan menyerupai malaikat secara ruhaniyah meskipun jasadnya adalah seorang manusia. Telah bersabda RasuluLlas SAW, “Buniyaddiijn ‘ala nadhaafah” yang artinya, “Sesungguhnya agama ditegakkan di atas kebersihan”. Dan juga telah bersabda SAW, “InnaLlaaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=26&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:24pt;font-family:'Monotype Corsiva';color:#7f007f;">(Fasal 13)</span></strong><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">dan wajib bagi kamu untuk selalu menjaga kesucian lahir dan bathinmu karena barang siapa yang sempurna kesuciannya maka <em>ruh </em>nya dan <em>sirrinya</em> akan menyerupai malaikat secara <em>ruhaniyah</em> meskipun jasadnya adalah seorang manusia. Telah bersabda RasuluLlas SAW, “<strong>Buniyaddiijn ‘ala nadhaafah”</strong> yang artinya, “<em>Sesungguhnya agama ditegakkan di atas kebersihan”.</em> Dan juga telah bersabda SAW, “<strong>InnaLlaaha nadhiif yuhibbunnadhaafat”</strong> yang artinya, “<em>sesungguhnya Allah itu suci dan cinta kepada kesucian”.</em></span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan kesucian bathin dapat dihasilkan dengan membersihkan hati dari akhlak yang tercela seperti <em>takabur, riya’ hasud, </em>cinta dunia, kemudian menghiasinya dengan akhlak yang mulia seperti <em>tawadhu’, </em>malu, <em>ikhlash, </em>dan pemurah dan lain sebagainya.</span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Adapun hakikat dari akhlak yang demikian, dan jalan untuk melepaskan diri dari akhlak tercela, dan jalan untuk mendapatkan keutamaan akhlak tersebut semua itu telah dikumpulkan oleh <em>Imam Al-Ghazali RA</em> pada bagian ke dua dari kitab <em>Ihya’Ulumuddin </em> oleh karena itu wajib bagi kamu untuk mempelajarinya. </span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Sedangkann kesucian perbuatan zahir akan dapat diperoleh dengan meninggalkan apa yang dilarang oleh agama dan melaksanakan apa yang diharuskan. Oleh karena itu barang siapa yang menghiasi dirinya dengan selalu melakukan amal shalih, dan memenuhi bathinnya dengan akhlak  yang terpuji  niscaya sempurnalah kesuciannya</span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan termasuk bagian dari membersihkan zahir adalah apa yang telah ditunjukkan oleh <em>syara’ </em> seperti menghilangkan kotoran di badan, memotong bagian tubuh yang berkebih seperti merapikan kumis, memotong kuku dimulai dari jari telunjuk kanan terus berurutan sampai ujung jari paling kiri, kemudian dilanjutkan tangan kiri dimulai dari jari paling kiri berurutan sampai ibujari kiri, kemudian diakhiri dengan ibu jari tangan sebelah kanan. Dan  mensucikan diri dari <em>hadats</em> dan <em>najis</em>,  </span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Adapun memotong kuku pada kaki maka disunahkan dimulai dari jari paling kanan pada kaki sebelah kanan, terus berurutan kekiri hingga berakhir pada jari paling kiri pada kaki sebelah kiri sebagaimana kalau menyela jari ketika berwudhu. Dan dimakruhkan mengulur waktu di dalam membersihkan anggota badan yang berlebih tersebut lebih dari 40 hari. Termasuk juga membersihkan daki yang ada di badan dengan menggosok hingga bersih kemudian disiram dengan air, demikian juga tertmasuk membersihkan kotoran yang terdapa pada ujung mata, dan termasuk juga membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi.</span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan wajib bagi kamu membersihkan mulutmu dengan <em>siwak </em>menggunakan kayu <em>araq</em> lebih utama, dan lebih ditekankan ketika hendak melaksanakan ibadah seperti shalat atau membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya, dan mencuci bajumu dengan air apabila ia kotor. Dan termasuk juga dalam menyempurnakan kebersihan adalah menggunakan minyak untuk rambut dan jenggot, dan memakai celak mata dari <em>itsmid</em> pada tiap-tiap mata tiga kali usapan. Sesungguhnya RasuluLlah SAW bercelak pada tiap-tiap malam. Demikian pula memakai wewangian karena wewangian dapat menyebabkan udara menjadi harum yang dapat menyenangkan orang yang menghirupnya dan ditekankan pada saat menghadiri shalat jum’at dan beberapa pertemuan yang dihadiri umat islam. Sesungguhnya RasuluLlah SAW menyukai wewangian dan memperbanyakkannya bahkan sesungguhnya RasuluLlah SAW sendiri tubuh beliau telah wangi dengan sendirinya meski tanpa menggunakan wewangian hingga sebagian para  sahabat mengumpulkan tetesan keringat beliau dan menggunakannya sebagai wewangian. Dan disunahkan bagi orang laki-laki menggunakan minyak wangi yang tajam baunya akan tetapi samar warnanya. Sebaliknya bagi orang perempuan disunahkan menggunakan minyak wangi yang samar bahunya dan jelas warnanya. </span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan wajib bagi kamu menjaga diri dari najis secara keseluruhan. Apabila ada najis mengenai dirimu maka segera bersihkan karena najis itu dapat menghalangimu dari Allah SWT, bukankan Allah telah melarang mengenakan pakaian yang terkena najis  untuk emngerjakan shalat maupun membaca Al-Qur’an.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=26&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/25/fasal-13-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>fasal 14</title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/23/fasal-14/</link>
		<comments>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/23/fasal-14/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2007 08:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/23/fasal-14/</guid>
		<description><![CDATA[(Fasal 14) Dan telah datang penjelasan bahwasanya Malaikat tidak akan pernah memasuki suatu rumah yang di dalamnya terdapat orang yang berjunub. Apabila malaikat telah pergi, maka akan datanglah syaithan dari segala penjuru. Oleh karena itu takutlah kamu jika engkau makan atau tidur dalam keadaan junub sehingga engkau akan mengalami bahaya disebabkan hal yang demikian itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=25&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:24pt;font-family:'Monotype Corsiva';color:#7f007f;">(Fasal 14)</span></strong><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan telah datang penjelasan bahwasanya Malaikat tidak akan pernah memasuki suatu rumah yang di dalamnya terdapat orang yang ber<em>junub</em>. Apabila malaikat telah pergi, maka akan datanglah syaithan dari segala penjuru. Oleh karena itu takutlah kamu jika engkau makan atau tidur dalam keadaan <em>junub</em> sehingga engkau akan mengalami bahaya disebabkan hal yang demikian itu. Apabila engkau tidak mampu untuk melakukan mandi <em>jinabat </em>seketika, maka berusahalah agar engkau dapat mencuci <em>farji </em>dan berwudhu’. Dan wajib bagi kamu untuk selalu memperbaharui <em>wudhu’</em> pada setiap mengerjakan shalat fardhu, dan berusahalah agar engkau selalu dalam kondisi bersuci (menanggung wudhu) dan bersegeralah perbaharui wudhu apabila engkau berhadats karena sesungguhnya <em>wudhu</em>’ adalah senjata orang Mukmin. Dan manakalah senjata selalu berada di tangan, maka musuh pastilah akan selalu menjauh darimu. Dan sungguh telah datang seseorang menghadap kepada Syaikh Abi Al-Hasan Asy-Syadzily RA untuk mengajarinya ilmu <em>kimia, </em>maka<em> </em>Syaikh memerintahnya untuk mendampingi beliau selama satu tahun dengan syarat selalu memperbaharui wudhu apabila berhadats, kemudian mengerjakan shalat dua reka’at. Maka Syaikh akan mengajarinya<span>  </span>ilmu <em>kimia </em>setelah itu. Maka setelah sempurna satu tahun, pergilah lelaki tersebut ke sebuah sumur dengan maksud hendak mengambil air minum dari sumur itu, dan secara tiba-tiba dipenuhilah timba itu dengan emas dan perak. Maka dibuanglah kembali emas dan perak itu ke dalam sumur karena <em>zuhud</em>nya daripada emas dan perak tadi. Maka kembalilah lelaki tersebut menghadap Syaikh Abi Al-Hasan Asy-Syadzily RA dan menceritakan apa yang telah terjadi. Maka berkatalah Syaikh kepada orang itu, “Sekarang engkau telah menjadi seorang ahli <em>kimia</em>. Dan Syaikh memerintahkannya ntuk menyeru manusia ke jalan Allah. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan wajib bagi kamu untuk mengerjakan shalat dua rekaat setelah berwudhu’ dan jika engkau tidak mampu untuk melanggengkan bersuci maka berusahalah engkau tidak meninggalkan wudhu ketika engkau duduk di dalam masjid, dan ketika membaca Al-Qur’an, dan ketika mengkaji ilmu agama, dan ketika duduk untuk berdzikir dan lain sebagainya dari beberapa amalan ibadah. Dan apabila engkau mengerjakan wudhu atau mandi <em>jinabat</em> maka takutlah engkau dengan hanya mengerjakan fardhunya sahaja, akan tetapi sebaiknya engkau juga harus menjaga <em>sunah-sunahnya </em>pula.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan sebaiknya bagi kamu untuk mandi pada sebagian waktu dengan niat membersihkan diri meskipun engkau tidak dalam keadaan <em>jinabat</em>. Dan telah pula datang penjelasan tentang mandi teesebut seperti mandi pada hari Jum’ah maka menjadi suatu keharusan bagi kamu untuk melaksanakannya. Demikian pula pada waktu-waktu yang lain . dan apabila telah selesai melaksanakan wudhu’ demikian pula mandi, maka ucapkanlah <em>“Asy hadu An-Laa Ilaaha IllaLlaah wahdaHu Laa Syariika laHu, wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘AbduHu wa RasuuluH.</em></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan wajib pula bagi kamu untuk selalu menjaga tatakrama sebagaimana yang termaktub di dalam As-S<em>unnah</em> baik secara lahir maupun bathin demikian pula dalam kebiasaan sehari-hari maupun ketika melaksanakan ibadah, dengandemikian maka akan sempurnalah<em> Mutaba’ah </em>dan sempurna pula bagimu dalam mengikuti jejak <em>RasuluLlah SAW </em><span> </span>yaitu Rasul Yang penuh <em>rahmah</em> dan Nabi yang membawa petunjuk ke jalan yang lurus. Jika engkau menginginkan termasuk menjadi golongan <em>Ash-Shiddiqiin, </em>maka janganlah engkau melakukan sesuatu baik itu merupakan amal kebiasaan sehari-hari terlebih lagi suatu amalan ibadah kecuali engkau mengetahui dan melihat adakah RasuluLlah SAW, juga para sahabat RA sama ada melakukan hal yang demikian atau tidak. Apabila engkau tidak mendapati Mereka melakukan hal yang demikian, maka tahanlah dirimu untuk tidak mengerjakannya meskipun perbuatan tersebut termasuk sesuatu yang <em>mubah</em> karena sesungguhnya mereka tidak memasuki amalan tersebut melainkan telah datang <em>khabar / ilmu </em>kepada mereka dalam hal meninggalkan amalan tersebut. Dan apabila engkau mengetahui bahwa mereka mengerjakan / memasuki sebuah amal perbuatan, maka yang pertama ketahuilah bagaimana tata cara mereka mengerjakan amalan tersebut </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan ketehuilah barang siapa yang menjaga kebiasaan sehari-hari dengan <em>adab</em> / tata krama yang diajarkan Nabi SAW, maka Allah akan menjaga dirinya daik secara lahir maupun bathinnya dihindarkan dari <em>tabi’at dan akhlak </em>yang tercela, dan ia akan mendapatkan kebaikan dan manfaat baik dalam hal agama maupun perkara <em>duniawiyahnya</em>. Dan bagi seseorang yang menginginkan kesempurnaan dan kemerdekaan diri serta kesucian diri dari kotoran, maka hendaklah menjadikan semua gerak dan diamnya baik secara zahir maupun bathinnya selalu dalam kerangka undang-undang <em>syari’ah</em>, mengikuti <em>isyarah </em>syar’i dan <em>akal.</em> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=25&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/23/fasal-14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>fasal 13</title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/23/fasal-13-2/</link>
		<comments>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/23/fasal-13-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2007 08:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/23/fasal-13-2/</guid>
		<description><![CDATA[(Fasal 13) dan wajib bagi kamu untuk selalu menjaga kesucian lahir dan bathinmu karena barang siapa yang sempurna kesuciannya maka ruh nya dan sirrinya akan menyerupai malaikat secara ruhaniyah meskipun jasadnya adalah seorang manusia. Telah bersabda RasuluLlas SAW, “Buniyaddiijn ‘ala nadhaafah” yang artinya, “Sesungguhnya agama ditegakkan di atas kebersihan”. Dan juga telah bersabda SAW, “InnaLlaaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=24&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:24pt;font-family:'Monotype Corsiva';color:#7f007f;">(Fasal 13)</span></strong><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">dan wajib bagi kamu untuk selalu menjaga kesucian lahir dan bathinmu karena barang siapa yang sempurna kesuciannya maka <em>ruh </em>nya dan <em>sirrinya</em> akan menyerupai malaikat secara <em>ruhaniyah</em> meskipun jasadnya adalah seorang manusia. Telah bersabda RasuluLlas SAW, “<strong>Buniyaddiijn ‘ala nadhaafah”</strong> yang artinya, “<em>Sesungguhnya agama ditegakkan di atas kebersihan”.</em> Dan juga telah bersabda SAW, “<strong>InnaLlaaha nadhiif yuhibbunnadhaafat”</strong> yang artinya, “<em>sesungguhnya Allah itu suci dan cinta kepada kesucian”.</em></span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan kesucian bathin dapat dihasilkan dengan membersihkan hati dari akhlak yang tercela seperti <em>takabur, riya’ hasud, </em>cinta dunia, kemudian menghiasinya dengan akhlak yang mulia seperti <em>tawadhu’, </em>malu, <em>ikhlash, </em>dan pemurah dan lain sebagainya.</span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Adapun hakikat dari akhlak yang demikian, dan jalan untuk melepaskan diri dari akhlak tercela, dan jalan untuk mendapatkan keutamaan akhlak tersebut semua itu telah dikumpulkan oleh <em>Imam Al-Ghazali RA</em> pada bagian ke dua dari kitab <em>Ihya’Ulumuddin </em> oleh karena itu wajib bagi kamu untuk mempelajarinya. </span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Sedangkann kesucian perbuatan zahir akan dapat diperoleh dengan meninggalkan apa yang dilarang oleh agama dan melaksanakan apa yang diharuskan. Oleh karena itu barang siapa yang menghiasi dirinya dengan selalu melakukan amal shalih, dan memenuhi bathinnya dengan akhlak  yang terpuji  niscaya sempurnalah kesuciannya</span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan termasuk bagian dari membersihkan zahir adalah apa yang telah ditunjukkan oleh <em>syara’ </em> seperti menghilangkan kotoran di badan, memotong bagian tubuh yang berkebih seperti merapikan kumis, memotong kuku dimulai dari jari telunjuk kanan terus berurutan sampai ujung jari paling kiri, kemudian dilanjutkan tangan kiri dimulai dari jari paling kiri berurutan sampai ibujari kiri, kemudian diakhiri dengan ibu jari tangan sebelah kanan. Dan  mensucikan diri dari <em>hadats</em> dan <em>najis</em>,  </span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Adapun memotong kuku pada kaki maka disunahkan dimulai dari jari paling kanan pada kaki sebelah kanan, terus berurutan kekiri hingga berakhir pada jari paling kiri pada kaki sebelah kiri sebagaimana kalau menyela jari ketika berwudhu. Dan dimakruhkan mengulur waktu di dalam membersihkan anggota badan yang berlebih tersebut lebih dari 40 hari. Termasuk juga membersihkan daki yang ada di badan dengan menggosok hingga bersih kemudian disiram dengan air, demikian juga tertmasuk membersihkan kotoran yang terdapa pada ujung mata, dan termasuk juga membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi.</span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan wajib bagi kamu membersihkan mulutmu dengan <em>siwak </em>menggunakan kayu <em>araq</em> lebih utama, dan lebih ditekankan ketika hendak melaksanakan ibadah seperti shalat atau membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya, dan mencuci bajumu dengan air apabila ia kotor. Dan termasuk juga dalam menyempurnakan kebersihan adalah menggunakan minyak untuk rambut dan jenggot, dan memakai celak mata dari <em>itsmid</em> pada tiap-tiap mata tiga kali usapan. Sesungguhnya RasuluLlah SAW bercelak pada tiap-tiap malam. Demikian pula memakai wewangian karena wewangian dapat menyebabkan udara menjadi harum yang dapat menyenangkan orang yang menghirupnya dan ditekankan pada saat menghadiri shalat jum’at dan beberapa pertemuan yang dihadiri umat islam. Sesungguhnya RasuluLlah SAW menyukai wewangian dan memperbanyakkannya bahkan sesungguhnya RasuluLlah SAW sendiri tubuh beliau telah wangi dengan sendirinya meski tanpa menggunakan wewangian hingga sebagian para  sahabat mengumpulkan tetesan keringat beliau dan menggunakannya sebagai wewangian. Dan disunahkan bagi orang laki-laki menggunakan minyak wangi yang tajam baunya akan tetapi samar warnanya. Sebaliknya bagi orang perempuan disunahkan menggunakan minyak wangi yang samar bahunya dan jelas warnanya. </span><span style="font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:#00007f;">Dan wajib bagi kamu menjaga diri dari najis secara keseluruhan. Apabila ada najis mengenai dirimu maka segera bersihkan karena najis itu dapat menghalangimu dari Allah SWT, bukankan Allah telah melarang mengenakan pakaian yang terkena najis  untuk emngerjakan shalat maupun membaca Al-Qur’an.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=24&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/06/23/fasal-13-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fasal 13</title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/21/fasal-13/</link>
		<comments>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/21/fasal-13/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2007 04:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/21/fasal-13/</guid>
		<description><![CDATA[  (Fasal 13) dan wajib bagi kamu untuk selalu menjaga kesucian lahir dan bathinmu karena barang siapa yang sempurna kesuciannya maka ruh nya dan sirrinya akan menyerupai malaikat secara ruhaniyah meskipun jasadnya adalah seorang manusia. Telah bersabda RasuluLlas SAW, “Buniyaddiijn ‘ala nadhaafah” yang artinya, “Sesungguhnya agama ditegakkan di atas kebersihan”. Dan juga telah bersabda SAW, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=19&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#00007f" face="Arial" size="3"></p>
<p style="text-align:center;" align="center"> <a href="http://risalahmuawwanah.files.wordpress.com/2007/05/_____.jpg" title="_____.jpg"><img src="http://risalahmuawwanah.files.wordpress.com/2007/05/_____.thumbnail.jpg" alt="_____.jpg" /></a></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:24pt;font-family:Monotype Corsiva;color:#7f007f;"> (Fasal 13)</span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">dan wajib bagi  kamu untuk selalu menjaga kesucian lahir dan bathinmu karena barang siapa yang  sempurna kesuciannya maka <em>ruh </em>nya dan <em>sirrinya</em> akan menyerupai  malaikat secara <em>ruhaniyah</em> meskipun jasadnya adalah seorang manusia. Telah  bersabda RasuluLlas SAW, “<strong>Buniyaddiijn ‘ala nadhaafah”</strong> yang artinya, “<em>Sesungguhnya  agama ditegakkan di atas kebersihan”.</em> Dan juga telah bersabda SAW, “<strong>InnaLlaaha  nadhiif yuhibbunnadhaafat”</strong> yang artinya, “<em>sesungguhnya Allah itu suci dan  cinta kepada kesucian”.</em></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan kesucian  bathin dapat dihasilkan dengan membersihkan hati dari akhlak yang tercela  seperti <em>takabur, riya’ hasud, </em>cinta dunia, kemudian menghiasinya dengan  akhlak yang mulia seperti <em>tawadhu’, </em>malu, <em>ikhlash, </em>dan pemurah dan  lain sebagainya.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Adapun hakikat  dari akhlak yang demikian, dan jalan untuk melepaskan diri dari akhlak tercela,  dan jalan untuk mendapatkan keutamaan akhlak tersebut semua itu telah  dikumpulkan oleh <em>Imam Al-Ghazali RA</em> pada bagian ke dua dari kitab <em> Ihya’Ulumuddin </em> oleh karena itu wajib bagi kamu untuk mempelajarinya. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Sedangkann  kesucian perbuatan zahir akan dapat diperoleh dengan meninggalkan apa yang  dilarang oleh agama dan melaksanakan apa yang diharuskan. Oleh karena itu barang  siapa yang menghiasi dirinya dengan selalu melakukan amal shalih, dan memenuhi  bathinnya dengan akhlak  yang terpuji  niscaya sempurnalah kesuciannya</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan termasuk  bagian dari membersihkan zahir adalah apa yang telah ditunjukkan oleh <em>syara’ </em> seperti menghilangkan kotoran di badan, memotong bagian tubuh yang berkebih  seperti merapikan kumis, memotong kuku dimulai dari jari telunjuk kanan terus  berurutan sampai ujung jari paling kiri, kemudian dilanjutkan tangan kiri  dimulai dari jari paling kiri berurutan sampai ibujari kiri, kemudian diakhiri  dengan ibu jari tangan sebelah kanan. Dan  mensucikan diri dari <em>hadats</em>  dan <em>najis</em>,  </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Adapun  memotong kuku pada kaki maka disunahkan dimulai dari jari paling kanan pada kaki  sebelah kanan, terus berurutan kekiri hingga berakhir pada jari paling kiri pada  kaki sebelah kiri sebagaimana kalau menyela jari ketika berwudhu. Dan  dimakruhkan mengulur waktu di dalam membersihkan anggota badan yang berlebih  tersebut lebih dari 40 hari. Termasuk juga membersihkan daki yang ada di badan  dengan menggosok hingga bersih kemudian disiram dengan air, demikian juga  tertmasuk membersihkan kotoran yang terdapa pada ujung mata, dan termasuk juga  membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan wajib bagi  kamu membersihkan mulutmu dengan <em>siwak </em>menggunakan kayu <em>araq</em> lebih  utama, dan lebih ditekankan ketika hendak melaksanakan ibadah seperti shalat  atau membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya, dan mencuci bajumu dengan air  apabila ia kotor. Dan termasuk juga dalam menyempurnakan kebersihan adalah  menggunakan minyak untuk rambut dan jenggot, dan memakai celak mata dari <em> itsmid</em> pada tiap-tiap mata tiga kali usapan. Sesungguhnya RasuluLlah SAW  bercelak pada tiap-tiap malam. Demikian pula memakai wewangian karena wewangian  dapat menyebabkan udara menjadi harum yang dapat menyenangkan orang yang  menghirupnya dan ditekankan pada saat menghadiri shalat jum’at dan beberapa  pertemuan yang dihadiri umat islam. Sesungguhnya RasuluLlah SAW menyukai  wewangian dan memperbanyakkannya bahkan sesungguhnya RasuluLlah SAW sendiri  tubuh beliau telah wangi dengan sendirinya meski tanpa menggunakan wewangian  hingga sebagian para  sahabat mengumpulkan tetesan keringat beliau dan  menggunakannya sebagai wewangian. Dan disunahkan bagi orang laki-laki  menggunakan minyak wangi yang tajam baunya akan tetapi samar warnanya.  Sebaliknya bagi orang perempuan disunahkan menggunakan minyak wangi yang samar  bahunya dan jelas warnanya. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan wajib bagi  kamu menjaga diri dari najis secara keseluruhan. Apabila ada najis mengenai  dirimu maka segera bersihkan karena najis itu dapat menghalangimu dari Allah  SWT, bukankan Allah telah melarang mengenakan pakaian yang terkena najis  untuk  emngerjakan shalat maupun membaca Al-Qur’an.</span></p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=19&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/21/fasal-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://risalahmuawwanah.files.wordpress.com/2007/05/_____.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">_____.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/14/18/</link>
		<comments>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/14/18/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2007 05:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/14/18/</guid>
		<description><![CDATA[(Fasal 12) Dan wajib bagi kamu untuk melaksanakan fardhu/ kewajiban serta menjauhi perbuatan yang haram dan wajib pula memperbanyak amalan sunah. Maka sesungguhnya engkau jika dapat melaksanakan hal yang demikian secara ikhlas liwajhiLlah, karena Allah Yang Maha Mulia maka engkau akan berhasil mencapai kedekatan yang sesungguhnya dengan Allah Ta&#8217;ala. Dan Allah pun akan memberikan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=18&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><a href="http://risalahmuawwanah.files.wordpress.com/2007/05/makka14.jpg" title="makka14.jpg"><img src="http://risalahmuawwanah.files.wordpress.com/2007/05/makka14.thumbnail.jpg" alt="makka14.jpg" /></a></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:24pt;font-family:Monotype Corsiva;color:#7f007f;">(Fasal  12)</span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan wajib bagi  kamu untuk melaksanakan <em>fardhu</em>/ kewajiban serta menjauhi perbuatan yang <em>haram</em> dan wajib pula memperbanyak amalan <em>sunah</em>. Maka sesungguhnya  engkau jika dapat melaksanakan hal yang demikian secara ikhlas <em>liwajhiLlah, </em>karena Allah Yang Maha Mulia maka engkau akan berhasil mencapai kedekatan  yang sesungguhnya dengan Allah Ta&#8217;ala. Dan Allah pun akan memberikan kepada  engkau pakaian <em>mahabbah</em> / cinta kepadaNya yang melingkupi dan  mempengaruhi dari mahabbah tersebut akan segala tingkah laku gerak dan diammu  semata-mata karena Allah dan dengan Allah <em>(liLlah dan BiLlah).</em> dan itulah  mahkota <em>kewalian </em>dan mahkota <em>kekhalifahan </em>yang di isyaratkan oleh  junjungan kita baginda RasuluLlah SAW dengan sabda beliau yang meriwayatkan dari  Allah SubhanaHu wata&#8217;ala, &#8220;<strong><em>sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala berifrman, Tiada  sekali-kali hambaKu mendekatkan diri kepadaKu yang lebih Aku cintai daripada  mereka yang mengerjakan apa yang Aku fardhukan kepada mereka. Dan tidak  henti-hentinya hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan mengerjakan amalan sunah  sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya  maka Aku menjadi  pendengarannya ketika ia mendengar, dan menjadi penglihatannya ketika ia melihat,  dan menjadi tangannya ketika ia memegang, dan menjadi kakinya ketika ia berjalan.  Jika ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri, jika ia meminta perlindungan kepadaKu  niscaya Aku beri perlindungan&#8230;..</em></strong></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Oleh karena  itu lihatlah&#8230;semoga Allah merahmatimu, akan beberapa rahasia /<em> asrar </em> dan beberapa pengetahuan yang tertuang dalam <em>hadits Qudsi </em>di atas, dan  perhatikanlah dengan sungguh-sungguh secara mendetail apa yang termaktub di  dalamnya tentang apa saja yang dapat menghantarkan seorang hamba untuk sampai  kepada derajad yang sedemikian tinggi yaitu menjadi<em> </em>kekasih ALlah.  Sehingga apa yang ia cintai adalah sesuatu yang dicintai Allah demikian pula apa  yang  ia benci adalah  apa yang Allah benci, dan semua itu tidak tercapai  kecuali dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan memperbanyak amalan  sunah yang dicintaiNya dengan mengharapkan kebahagiaan di sisiNya. Oleh karena  itu bersegeralah jika memang engkau memiliki cita-cita untuk dapat sampai kepada  derajat kesempurnaan dan jika pula engkau menginginkan sampai pada derajad <em> rijal</em> dimana telah jelas dan teranglah jalan untuk menuju kesana. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan ketahuilah  sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala dengan kemurahanNya dan ke baikanNya telah menjadikan  amal <em>sunnah </em>sebagai penambal kekurangan dari amalan <em>fardhu </em>yang  sesuai dengan yang sejenisnya, semisal Shalat <em>fardhu </em>dengan shalat <em> sunah </em>, puasa<em> fardhu</em> dengan puasa<em> sunah. Dan Fardhu</em> adalah  pokok / dasar sedangkan <em>sunah </em>adalah cabang atau yang mengikuti amal <em> fardhu</em>. Dan orang-orang yang mengerjakan kewajiban <em>fardhu, </em>dan  menjauhi perbuatan <em>haram</em> namun tidak melakukan ibadah <em>sunah</em> adalah  lebih baik daripada orang yang bersungguh-sungguh melakukan ibadah <em>sunah </em> akan tetapi melalaikan ibadah <em>fardhu</em>. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan takutlah  kamu untuk meninggalkan ibadah fardhu dan lebih mengutamakan ibadah sunah maka  engkau akan berdosa dengan meninggalkan keutamaan ibadah fardhu dan Allah tidak  akan menerima ibadah sunahmu. Hal yang demikian dapat terjadi seperti orang yang  menyibukkan diri dengan ilmu tentang amalan sunah dan meninggalkan mempelajari  ilmu tentang fardhu baik dalam dhahir maupun bathinnya.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan ketahuilah  sesungguhnya engkau tidak akan sampai kepada melaksanakan kewajiban yang  diperintahkan Allah kepadamu dari perbuatan ta&#8217;at, demikian pula menjauhi dalam  hal enjauhi apa yang dilarangNya untukmu dari beberapa ma&#8217;siyat dan pula dari  beberapa cara mengerjakan amalan <em>sunah </em>yang dapat mendekatkan dirimu  kepadaNya kecuali dengan <strong>ilmu</strong>. Maka wajib bagimu mencari ilmu tersebut,  dan telah bersabda RasuluLlah SAW ,&#8221;<strong><em>Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap  orang islam .</em></strong> Dan dengan ilmu engkau akan mengetahui hal yang wajib  adalah <em>wajib </em>dan yang haram adalah haram, demikian pula yang sunah adalah  sunah. dan pula engkau mengetahui bagaimana cara mengerjakan yang wajib dan  sunah dan meninggalkan yang haram. oleh karena itu tidak boleh tidak engkau  memiliki ilmu yang demikian. dan tidak ada alasan bagimu untuk tidak membutuhkan  ilmu ini, dan mengamalkannya dan selalu mempelajarinya dimana dengan   mengamalkannya maka engkau akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan ketahuilah  sesungguhnya engkau tidak akan mampu melaksanakan apa yang diwajibkan bagi kamu  oleh Allah SWT berupa keta’atan, demikian pula dalam menjauhi apa yang dilarang  Allah SWT berupa amalan maksiyat demikian pula dalam menjalankan suari’at yang  diperintahkan kepadamu dari amalan sunah yang dapat mendekatkan dirimu kepada  Allah SWT dan dapat menyelamatkanmu kecuali dengan <em>ilmu. </em>Maka wajib bagi  kamu untuk mencari ilmu, sebagaimana telah bersabda RasuluLlah SAW, “<strong>thalabul  ilmi fariidhatun ‘ala kulli muslimin wamusliimatin”</strong> yang artinya, mencarim  ilmu adalah wajib bagi orang Islam laki-laki dan perempuan”. Dan dengan ilmu  engkau akan mengetahui bahwa yang <em>wajib</em> adalah <em>wajib</em>, dan yang  sunah adalah sunah, dan yang <em>haram</em> adalah <em>haram.</em> Demikian juga  dengan ilmu engkau akan mengetahui bagaimana cara melaksanakan yang wajib,  mengerjakan yang sunah dan meninggalkan yang haram.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Oleh karena  itu tidak boleh tidak bagi kamu untuk memiliki ilmu Karena yang demikian ini  akan mencukupkanmu untuk memperoleh kebahagiaan diadunia dan di akhirat. Dan  ketahuilah sesungguhnya seseorang yang beribadah kepada Allah SWT tanpa didasari  dengan ilmu yang benar, maka bahaya yang ditimulkan kepada orang yang  melaksanakannya disebabkan ibadahnya itu lebih <em>besar</em> daripada manfaat.  Yang dihasilkannya. Berapa orang yang beribadah hanya memayahkan dirinya saja  dalam ibadahnya, sementara itu ia selalu bermaksiyat kepada Allah SWT sedangkan  ia merasa itu adalah keta’atan atau apa yang ia lakukan itu bukanlah maksiyat.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Asy-Syaikh Al  ‘Aarif billah Muhammad ibnu ‘Arabi menyatakan pada bab wasiyat yaitu seseorang  dari <em>ahlil Maghrib</em> yang mana sesungguhnya ia adalah seorang yang  bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan ia memelihara hewan ternak akan tetapi  ia diamkan saja dan tidak dimanfaatkan. Orang-orang bertaynya kepadanya,  “mengapa engkau tidak mengambil manfaat dari binatang ternak itu “?. Iapun  menjawab, sesungguhnya ia aku pelihara hanya aku pergunakan untuk menjaga <em> farjiku</em>. Ia tidak mengetahui bahwa melakukan persetubuhan dengan hewan  adalah haram. Maka ketika ia mengetahui bahwa yang demikian itu adalah haram,  menangislah dia dengan menangis yang sangat keras ..demikianlah riwayat</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan ilmu yang  wajib bagi setiap Muslim adalah ilmu yang menyebabkan ia mengetahui semua fardhu  yang diwajibkan Allah SWT kepadanya, dan megetahui semua yang diharamkan  kepadanya.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan wajib bagi kamu</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">  mengetahui tata cara mengerjakan sesuatu yang wajib. Misalnya orang islam yang  telah balig, maka wajib baginya segera mengetahui ma’na dua kalimat syahadat,  dan wajib mengetahui kewajiban shalat </span> <span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">lima</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">  waktu dan apa yang wajib dari shalat tersebut seperti rukun-rukunnya, dan hokum-hukumnya.  Dan wajib pula baginya untuk mengetahui wajibnya puasa dan zakat dan haji dan  lain sebagainya dari perkara-perkara wajib. Demikian pula wajib baginya  mengetahui haramnya zina, meminum khamr, dan mengambil harta orang lain secara  bathi. Dll. Akan tetapi belum wajib baginya mengetahui tatacara melakukan puasa  dan hajji kecuali ketika ia memasuki bulan Ramadhan, atau ketika ia mampu untuk  pergi hajji, demikian pula dengan zakat, maka wajib baginya ketika sampai kepada  nishab dan waktu zakat <em>WalLaahu a’lam</em>.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Adapun hal-hal  yang diharamkan, dan hal-hal yang wajib yang telah nyata, semua itu telah  diketahui bersama diantara kaum Muslimin hampir tidak ada yang tersembunyi. Oleh  karena itu yang terpenting adalah mengetahui beberapa hukum dari hal yang  tersebut di atas, dan benar pula bahwasanya belum cukup mengetahui hukum saja,  akan tetapi perlu juga berinteraksi dengan para alim ulama yang takut kepada  Allah SWT </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan wajib pula  bagi kamu untuk selalu malakukan apa yang mereka amalkan, demikian pula menjauhi  apa yang mereka tinggalkan karena mengikuti jejak mereka, karena sesungguhnya  tidak akan menjadi baik dalam hal mengikuti agama kecuali kepada para alim ulama  yang mengamalkan ilmunya. Sesungguhnya pada saat sekarang ini sulitlah dijumpai  ulama yang benar-benar mengamalkan ilmunya. Oleh karena itu apabila pada zaman  sekarang ini engkau melihat orang alim yang melakukan sesuatu amalan atau  meninggalkan sesuatu yang mungkin disebabkan karena kedunguan dan keabthilan,  maka tidak cukuplah pendapat hanya satu orang tersebut dalam meninggalkan atau  melakukan sesuatu amal, sehingga engkau menanyakan kepadanya akan alasannya  dalam melakukan sesuatu tersebut dari sudut pandang syari’at dan dari sudut  pandang hukum di dalam agama Islam. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Dan tidaklah  terlalu dibutuhkan bagi seorang Muslim dalam mendapatkan pengetahuan tentang  fardhu dll, hingga sampai memakan waktu yang lama, dan hamper yang demikian  inidapat menimbulkan kepayahan baginya. Akan tetapi uckup baginya dalam  mendapatkan ilmu tadi dengan duduk bersama seorang ulama yang benar-benar  bertaqwa satu jam atau dua jam saja, sebagaimana pernah terjadi ada seorang arab  badui datang kepada RasuluLlah SAW  dimana beliau SAW sedang berkhutbah di atas  mimbar. Orang arab tersebut meminta kepada Nabi SAW untuk mengajarinya tentang  agama yang datang dari Allah. Maka turunlah Nabi SAW dari mimbar dan memberinya  ilmu , setelah itu beliau SAWnaik lagi ke mimbar dan menyempurnakan khutbah  beliau SAW. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Termasuk hal  yang demikian, barang siapa yang menginginkan keselamatan dirinya, maka wajib  baginya dalam mengerjakan sesuatu sekali kali tidak melakukannya kecuali setelah  mengetahui hukum Allah di dalamnya seperti wajib atau sunah, atau mubah atau  haram, karena sesungguhnya semua urusan tidak terlepas dari salah satu 4 hukum  tadi.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Kemudian orang  mukmin terbagi kepada dua bagian, <em>awam dan khusus</em>. Termasuk orang umum/awam  terkadang mereka telah meninggalkan hal yang wajib dan mengerjakan hal yang <em> haram</em>, dan yang terbaik dari mereka adalah  mereka yang bersegera bertaubat  dan meminta ampun kepada Allah SWT. Demikian pula mereka tidak menjaga amalan <em> sunnat</em> dan terkadang lalai tenggelam dalam hal-hal yang <em>mubah</em>. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#00007f;">Adapun orang <em>khusus</em> adalah mereka mengerjakan yang wajib, dan meninggalkan yang haram  dalam setiap keadaan dan mereka menjaga amalan <em>sunah</em> dan menyedikitkan  amalan <em>mubah </em>yang hanya mereka lakukan dalam rangka untuk mendukung  menjalankan perintah dan menjaui larangan Allah SWT …<em>WabilLaahi Taufiq….</em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:24pt;font-family:Monotype Corsiva;color:#7f007f;"><br />
</span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=18&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/14/18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://risalahmuawwanah.files.wordpress.com/2007/05/makka14.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">makka14.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>fasal 12</title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/05/fasal-12/</link>
		<comments>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/05/fasal-12/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2007 08:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/05/fasal-12/</guid>
		<description><![CDATA[( Fasal 12) Dan wajib bagi kamu untuk melaksanakan fardhu/ kewajiban serta menjauhi perbuatan yang haram dan wajib pula memperbanyak amalan sunah. Maka sesungguhnya engkau jika dapat melaksanakan hal yang demikian secara ikhlas liwajhiLlah, karena Allah Yang Maha Mulia maka engkau akan berhasil mencapai kedekatan yang sesungguhnya dengan Allah Ta&#8217;ala. Dan Allah pun akan memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=16&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#00007f" face="Arial" size="3"></p>
<p align="center"><strong><u><font color="#7f007f" face="Monotype Corsiva" size="6">( Fasal 12)</font></u></strong></p>
<p>Dan wajib bagi kamu untuk melaksanakan <em>fardhu</em>/ kewajiban serta  menjauhi perbuatan yang <em>haram</em> dan wajib pula memperbanyak amalan <em>sunah</em>.  Maka sesungguhnya engkau jika dapat melaksanakan hal yang demikian secara ikhlas <em>liwajhiLlah, </em>karena Allah Yang Maha Mulia maka engkau akan berhasil  mencapai kedekatan yang sesungguhnya dengan Allah Ta&#8217;ala. Dan Allah pun akan  memberikan kepada engkau pakaian <em>mahabbah</em> / cinta kepadaNya yang  melingkupi dan mempengaruhi dari mahabbah tersebut akan segala tingkah laku  gerak dan diammu semata-mata karena Allah dan dengan Allah <em>(liLlah dan BiLlah).</em>  dan itulah mahkota <em>kewalian </em>dan mahkota <em>kekhalifahan </em>yang di  isyaratkan oleh junjungan kita baginda RasuluLlah SAW dengan sabda beliau yang  meriwayatkan dari Allah SubhanaHu wata&#8217;ala, &#8220;<strong><em>sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala  berifrman, Tiada sekali-kali hambaKu mendekatkan diri kepadaKu yang lebih Aku  cintai daripada mereka yang mengerjakan apa yang Aku fardhukan kepada mereka.  Dan tidak henti-hentinya hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan mengerjakan  amalan sunah sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya   maka Aku menjadi pendengarannya ketika ia mendengar, dan menjadi penglihatannya  ketika ia melihat, dan menjadi tangannya ketika ia memegang, dan menjadi kakinya  ketika ia berjalan. Jika ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri, jika ia meminta  perlindungan kepadaKu niscaya Aku beri perlindungan&#8230;..</em></strong></p>
<p>Oleh karena itu lihatlah&#8230;semoga Allah merahmatimu, akan beberapa rahasia /<em>  asrar </em>dan beberapa pengetahuan yang tertuang dalam <em>hadits Qudsi </em>di  atas, dan perhatikanlah dengan sungguh-sungguh secara mendetail apa yang  termaktub di dalamnya tentang apa saja yang dapat menghantarkan seorang hamba  untuk sampai kepada derajad yang sedemikian tinggi yaitu menjadi<em> </em>kekasih  ALlah. Sehingga apa yang ia cintai adalah sesuatu yang dicintai Allah demikian  pula apa yang  ia benci adalah  apa yang Allah benci, dan semua itu  tidak tercapai kecuali dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan  memperbanyak amalan sunah yang dicintaiNya dengan mengharapkan kebahagiaan di  sisiNya. Oleh karena itu bersegeralah jika memang engkau memiliki cita-cita  untuk dapat sampai kepada derajat kesempurnaan dan jika pula engkau menginginkan  sampai pada derajad <em>rijal</em> dimana telah jelas dan teranglah jalan untuk  menuju kesana.</p>
<p>Dan ketahuilah sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala dengan kemurahanNya dan ke baikanNya  telah menjadikan amal <em>sunnah </em>sebagai penambal kekurangan dari amalan <em> fardhu </em>yang sesuai dengan yang sejenisnya, semisal Shalat <em>fardhu </em> dengan shalat <em>sunah </em>, puasa<em> fardhu</em> dengan puasa<em> sunah. Dan  Fardhu</em> adalah pokok / dasar sedangkan <em>sunah </em>adalah cabang atau yang  mengikuti amal <em>fardhu</em>. Dan orang-orang yang mengerjakan kewajiban <em> fardhu, </em>dan menjauhi perbuatan <em>haram</em> namun tidak melakukan ibadah <em> sunah</em> adalah lebih baik daripada orang yang bersungguh-sungguh melakukan  ibadah <em>sunah </em>akan tetapi melalaikan ibadah <em>fardhu</em>.</p>
<p>Dan takutlah kamu untuk meninggalkan ibadah fardhu dan lebih mengutamakan  ibadah sunah maka engkau akan berdosa dengan meninggalkan keutamaan ibadah  fardhu dan Allah tidak akan menerima ibadah sunahmu. Hal yang demikian dapat  terjadi seperti orang yang menyibukkan diri dengan ilmu tentang amalan sunah dan  meninggalkan mempelajari ilmu tentang fardhu baik dalam dhahir maupun bathinnya.</p>
<p>Dan ketahuilah sesungguhnya engkau tidak akan sampai kepada melaksanakan  kewajiban yang diperintahkan Allah kepadamu dari perbuatan ta&#8217;at, demikian pula  menjauhi dalam hal enjauhi apa yang dilarangNya untukmu dari beberapa ma&#8217;siyat  dan pula dari beberapa cara mengerjakan amalan <em>sunah </em>yang dapat  mendekatkan dirimu kepadaNya kecuali dengan <strong>ilmu</strong>. Maka wajib bagimu  mencari ilmu tersebut, dan telah bersabda RasuluLlah SAW ,&#8221;<strong><em>Mencari ilmu  adalah wajib bagi setiap orang islam .</em></strong> Dan dengan ilmu engkau akan  mengetahui hal yang wajib adalah <em>wajib </em>dan yang haram adalah haram,  demikian pula yang sunah adalah sunah. dan pula engkau mengetahui bagaimana cara  mengerjakan yang wajib dan sunah dan meninggalkan yang haram. oleh karena itu  tidak boleh tidak engkau memiliki ilmu yang demikian. dan tidak ada alasan  bagimu untuk tidak membutuhkan ilmu ini, dan mengamalkannya dan selalu  mempelajarinya dimana dengan  mengamalkannya maka engkau akan memperoleh  kebahagiaan di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Dan ketahuilah bahwasanya orang yang beribadah kepada Allah tanpa didasari  ilmu yang benar, maka bahaya yang ditimibulkan akan kembali kepadanya</p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=16&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/05/fasal-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fasal 11</title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/05/fasal-11/</link>
		<comments>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/05/fasal-11/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2007 08:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/05/fasal-11/</guid>
		<description><![CDATA[( Fasal 11) dan wajib bagi kamu untuk selalu memperbaiki i’tiqadmu dan memperkokohnya atas golongan yang selamat yaitu yang dikenal diantara beberapa golongan Islamiyah seagai i’tiqad Ahlussunah wl Jama’ah. Dan mereka selalu berpegang teguh dengan apa yang datang dari RasuluLlah SAW dan para sahabat. Dan engkau apabila melihat mereka dengan sungguh-sungguh, dengan sepenuh hati didalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=15&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><u><font color="#7f007f" face="Monotype Corsiva" size="6">( Fasal 11)</font></u></strong></p>
<p><font color="#00007f" face="Arial" size="3">dan wajib bagi kamu untuk selalu memperbaiki i’tiqadmu dan memperkokohnya atas golongan yang selamat yaitu yang dikenal diantara beberapa golongan Islamiyah seagai i’tiqad <em>Ahlussunah wl Jama’ah. </em>Dan mereka selalu berpegang teguh dengan apa yang datang dari RasuluLlah SAW dan para sahabat. Dan engkau apabila melihat mereka dengan sungguh-sungguh, dengan sepenuh hati didalam memperhatikan hukum-hukum Al Qur’anul Kariim, dan sunah Rasul yang mengandung ilmu-ilmu keimanan, dan golongan yang berjalan pada jalan ulama <em>salaf </em> dari para sahabat, tabi’in, maka engkau akan membenarkan bahwa kebenaran yang nyata adalah yang sebagaimana di sampaikan oleh golongan Asy’ariyah yang dinisbatkan kepada Syaikh Aby Hasan Al Asy’ary RA yang telah menyusun akidah <em>ahlul haq</em>/ ahli kebenaran yaitu aqidah yang telah disepakati oleh para sahabat dan orang-orang sesudah mereka dari golongan tabi’in. Akidah ini (ahlussunah wal jama’ah) adalah akidah ahli kebenaran dari setiap zaman dan tempat dan iala akidah yang dipakai oleh para ahli <em>tasawwuf </em>sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Abul Qasim AL Qusyairy RA dalam permulaan risalahnya , &#8220;&#8230;Aqidah kami adalah akidah saudara kami dari orang-orang yang mulia yang terkenal dengan <em>Al-Husiainiyyain, </em>yang dikenal pula dengan <em>Aly Aby Alawy</em> dan juga akidah pendahulu kami, mulai dari RasuluLlah SAW hingga saai ini. Dan <em>Imam AL Muhajir</em> Sayyid <em>Ahmad bi ‘Isa bin Muhammad bin Aly bin Al Imam Ja’far As-hadiq RA, </em>ketika melihat timbulnya <em>bid’ah</em> dan banyaknya perseteruan dan <em>ikhtilaf</em> di Irak. Maka beliau hijrahlah beliau dari sana, dan berpindah-pindah tempat hingga sampailah di <em>Hadramaut</em> maka menetaplah beliau disana hingga wafatnya. Maka Allah telah memberikan berkah kepada beliau dan pengikut-pengikut beliau sesudahnya yang kemudian membentuk suatu komunitas yang sangat terkenal bagi perkembangan ilmu pengetahuan agama dan juga daalam hal ibadah dan <em>kewalian </em>dan <em>ma’rifah</em>. Dan dengan berkah beliau <em>Al imam Ahmad bin Isa</em> maka senantiasalah tegak akidah islam yang benar dari para <em>Ahli bait </em>Nabi yang senantiasa mereka menentang <em>bid’ah.</em> Semoga Allah memberikan pahala yang besar kepada beliau <em>Sang Imam </em>dan kemudian pula kepada kita semua. Demikian pula semoga Allah mengangkat derajat beliau beserta para pendahulu beliau yang teramat mulia ke tempat yang tinggi di sisiNya dan semoga Allah mempertemukan kita kepada mereka kelak di ahirat sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Dan golongan Maturidiyah seperti juga golongan Asy’ariyah/ahlusunnah wal jama’ah.</p>
<p>Dan seharusnya dilakukan oleh setiap orang mukmin untuk selalu memperbaiki i’tiqadnya dengan menjaga aqidah dari para imam yang telah disepakati kebesarannya dan kedalaman ilmunya, sebagaimana aqidah yang suci diuraikan oleh Imam Al-Ghazali RA, yang jauh dari kekeruhan yang telah disusun pada fashal pertama dari kitab <em>qawaa’idul Aqaa’id </em> dari kitab <em>Ihya’ Ulumuddin.</em> Maka wajib bagi kamu menelaah kitab tersebut. Jika kamu ingin yang lebih dari itu maka dapat mempelajari kitab <em>Risalah Al-Qudsiyah</em> yang disusun pada fashal ke tiga dari kitab tersebut. Dan janganlah engkau menyibukkan dirimu dengan ilmu kalam dan memperbanyak pembahasannya dengan harapan akan mencapai ma’rifah karena sesungguhnya engkau tidak akan mendapatkan <em>hakikat </em>ma’rifat melalui ilmu kalam tersebut. Akan tetapi jika engkau benar-benar menginginkan <em>hakikat ma’rifah</em>, maka wajiblah bagi kamu <em>menempuh jalan (suluukuththariiq)</em> yaitu melanggengkan <em>taqwa</em> secara lahir maupun bathin dan selalau berpegangan kepada ayat Al-Qur’an maupun sunah Nabi SAW. Dan lihatlah pada alam semesta di langit dan bumi dengan tujuan mengambil pelajaran dan memperbaiki akhlak diri sendiri dengan membaguskan <em>riyadhah </em> dan menjernihkan cermin hati dengan selalu berzikir dan tafakur dan berpaling dari segala sesuatu yang menyibukkan  diri dari berkonsentrasi akan hal yang demikian. maka jalan yang demikianlah  yang apabila ditempuh niscaya akan mendapatkan hasil yang baik dari apa yang  diinginkan dan akan membuahkan kedekatan kepada Allah Insya Allah. dan golongan <em>Shufi </em>telah melakukan usaha yang kerasa / <em>mujahadah</em> bagi diri  mereka sendiri dan juga <em>riyadhah </em>serta menghentikan kebiasaan kehidupan  mereka sehari-hari karena mereka mengetahui hanya dengan jalan inilah mereka  memperoleh <em>ma&#8217;rifat </em>yang sempurna. dan dengan kesempurnaan <em>ma&#8217;rifah </em>maka akan sempurna pula dalam menetapi <em>amaqam &#8216;ubudiyah /</em>penghambaan  diri kepada Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=15&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/05/05/fasal-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fasal 10</title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/04/16/fasal-10-2/</link>
		<comments>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/04/16/fasal-10-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2007 13:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/04/16/fasal-10-2/</guid>
		<description><![CDATA[( Fasal 10) dan wajib bagi kamu untuk berpegang teguh kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasul  dan bergantung kepada keduanya, karena keduanya adalah agama Allah yang kokoh dan jalanNya yang lurus. Barang siapa yang mengambil keduanya, maka ia akan selamat, dan akan mendapat petunjuk dan akan terjaga. Dan barang siapa yang mengabaikannya keduanya, maka akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=14&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><u><span style="font-size:24pt;font-family:'Monotype Corsiva';color:purple;">( Fasal 10)</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:navy;">dan wajib bagi kamu untuk berpegang teguh kepada <em>Kitab Allah </em>dan <em>Sunnah Rasul</em><span>  </span>dan bergantung kepada keduanya, karena keduanya adalah agama Allah yang kokoh dan jalanNya yang lurus. Barang siapa yang mengambil keduanya, maka ia akan selamat, dan akan mendapat petunjuk dan akan terjaga. Dan barang siapa yang mengabaikannya keduanya, maka akan tersesat dan menyesal dan mengalami kerusakan. Maka jadikanlah keduanya sebagai penunjuk jalan bagimu. Dan kembalilah kepada keduanya dalam segala hal urusanmu dengan niatan melaksanakan wasiyat Allah dan wasiyat rasulNya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Wahai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada Rasul dan pemerintah kamu sekalian. Maka apabila diantara kamu berselisih tentang sesuatu hal maka kembalikanlah urusannya kepada Allah dan kepada RasulNya- artinya kembalikan kepada <em>Kitab </em>dan <em>Sunah. </em>RasuluLlah SAW bersabda, “Aku berwasiat kepadamu dengan sesuatu yang apabila kamu semua berpegangan kepadanya niscaya tidak akan tersesat selamanya – <em>KitabuLlah </em>dan <em>sunnahku.</em> Jika dirimu ingin mendapat petujnuk kepada jalan yang lurus yang tidak ada keraguan di dalamnya, dan engkau menginginkan dirimu dalam keamanan, maka konsentrrasikan segala niatmu dan akhlakmu dan amalmu dan ucapanmu kepada <em>Kitab Allah </em>dan <em>Sunah Nabi SAW. </em>Maka ambilah apa yang sesuai dengan keduanya, dan tinggalkanlah apa yang bertentangan dari keduanya. Dan jalankanlah apa – apa yang ada di dalamnya dan ikutilah kebaikan untuk selamanya dan janganlah engkau mengada-adakan sesuatu di dalam hal agama (<em>bid’ah)</em><span>  </span>dan janganlah engkau mengikuti selain jalan orang mukmin maka engkau akan<span>  </span>mengalamii kerugian di dunia maupun di akhirat. Danyang demikian itu adalah kerugian yang sanat nyata.. dan takutlah kmau sekalian akan mengada-adakan perkara agama padahal tidak disyariatkan oleh RasuluLlah SAW, maka sesungguhnya telah bersabda RasuuLLah SAW, “sesungguhnya sesuatu yang diada-adakan adalah <em>bid;ah, </em>dan setiap yang bid’ah adalah tersesat.<span>  </span>Dan telah bersabda RasuuLLah SAW barang siapa yang mengada-ada tentang perkara kami, maka sedang kami tiada mengadakannya, maka di tolak <em>. </em>dan <em>bid’ah </em>itu ada tiga macam, bid’ah hasanah<em>, </em>yaitu apa yang disampaikan oleh orang yang bijaksana<span>  </span>dari sesuatu<span>  </span>yang bersesuaian dengan Kitab Allah dan sunah RasuuLLah SAW karena menginginkan memilih sesuatu yang lebih baik dan lebih bermanfaat . maka yang demikian ini contohnya seperti mengumpulkan Al-Qur’an ke dalam mushaf seperti Abu Bakr,<span>  </span>dan salat tarawih dari Umar, dan menertibkan/menyusun mushaf dan dua adzan awwal yang dilakukan oleh sahabat Utsman RA. Yang ke dua adalah <em>bid’ah </em>yang tercela/madzmumah bagi sebagian orang yang <em>zuhud </em>dan q<em>ana’ah</em> seperti seperti bermewah-mewahan dalam hal makan dan pakaian, dan rumah/tempat tinggal. Dan yang ketiga adalah <em>bid’ah </em>yang tercela secara mutlak, yaitu apa – apa yang berselisih dengan nash kitab Allah dan sunah RasuuLLah SAW atau berseberangan dengan <em>ijma’</em> /kesepakatan para alim ulama. Oleh karena itu barang siapa yang belum bisa berpegangan dengan kitab Allah dan mengikuti <em>sunnah </em>RasuuLLah SAW kemudian ia mendakwakan dirinya bahwa ia telah memperoleh suatu kedudukan disisi Allah, maka janganlah mengikutinya meskipun ia memiliki kemampuan terbang di atas udara atau berjalan di atas air, dan dapat menembus batas tempat, dan dapat melakukan hal – hal yang istimewa <em>(khariqul ‘adah)</em>, karena yang demikian itu kebanyakan terjadi sebagaimana yang dilakukan oleh syaitan, dan tukang sihir, dan tukang tenung dan ahli nujum danlain sebagainya dari perbuatan-perbuatan yang menyesatkan. Dan tidak lepas pula dari yang demikian ini suatu <em>istidraj</em> (cobaan) dari Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:navy;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:navy;">Adapun orang yang memiliki ilmu dan akal kecerdasan dari orang-orang yang beriman, sungguh mereka mengetahui bahwasanya perbedaan derajad kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya itu tergantung dari pada sejauh mana kesempurnaan dalam mengikuti <em>sunah </em>RasuuLLah SAW. Dan sesungguhnya manakala sempurna dalam hal <em>itba’ sunnah </em>RasuuLLah SAW, tentu semakin sempurnalah kedekatannya kepada Allah SWT. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:navy;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:navy;">Dan dalam sebuah riwayat diterangkan bahwasanya Abu Yazid Al-Bustami RA telah berniat untuk menziarahi seorang yang termasyhur pada saat itu dan mereka menganggap sebagai wali Allah. Dan beliau Syaikh Abu Yazid RA. duduk menanti orang itu untuk mengikuti salat berjama’ah. Maka ketika orang itu keluar dan dilihat oleh Syaikh Abu Yazib bahwa ia telah meludah di sudut masjid, maka beralulah Abu Yazid dan meninggalkan orang itu tidak jadi menemui orang tersebut. Kemudian ditanyakan kepada Syaikh Abu Yazid mengapa berbuat demikian, maka beliau menjawab, “Bagaimana seseorang yang percaya<span>  </span>kepada Rahasia Allah padahal ia tidak menjaga adab yang baik dalam hal syari’at”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:navy;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:navy;">Sahal bin AbdulLah RA berkata, “Tidak ada penolong kecuali Allah, tidak ada dalil/petunjuk kecuali RasuuLLah SAW, tidak ada bekal kecuali taqwa, tidak ada amal kecuali bersabar kepadanya / amal tersebut, dan ketahuilah bahwasanya tidak akan mampu bagi tiap-tiap orang untuk melaksanakan kitab Allah dan sunah RasuuLLah SAW secara lahir dan bathi dengan sempurna karena yang demikian ini hanya tertentu bagi para ulama yang sangat mencintai Allah dan RasuluLlah SAW. Oleh karena itu jika engkau merasa tidak mampu untuk memahami ataupun melaksanakan Kitab Allah dan sunah RasuluLlah SAW maka wajib bagi kamu untuk <em>kembali</em> / ruju’ kepada orang yang Allah memerintahkan kepadamu untuk kembali kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala, “<em>Fas’aluu ahlajdzdzikri inkuntum laa ta’lamuun”</em> yang artinya, ‘tanyakan kepada ahlinya jika kamu tidak mengetahui”. Dan yang dimaksudkan <em>ahludzdzikri</em> adalah ulama <em>Billah wabidiinihi</em> yang mengamalkan ilmunya karena mencari keridhaan Allah Ta’ala, yang <em>zuhud </em><span> </span>terhadap dunia, yaitu ulama yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dunia daripada dzikirnya kepada Allah Ta’ala, mereka yang selalu mengajak manusia kepada Allah dengan pandangan hatinya yang terbuka hijabnya akan rahasia-rahasia Allah. Dan sungguh sulitlah didapati seseorang yang berperangai demikian di bumi yang luas ini sehingga para <em>kabaair</em> ulama sepuh menganggap bahwa mereka kehilangan darinya, padahal sesungguhnya yang benar adalah mereka tetap ada akan tetapi Allah Ta’ala telah menutupinya dengan selendang keagunganNya sehingga tidak ada orang yang mengetahuinya. Kebiasaan mereka menyembunyikan diri dari khalayak ramai bahkan orang ramai sama berpaling dari mereka. Maka barang siapa yang berkeras mencarinya (wali Allah tersebut) dengan niat yang benar dan bersungguh-sungguh maka tidak akan kesulitan untuk bertemu dengan salah satu dari mereka – Insya Allah-. <span> </span>Sesungguhnya kesungguhan dan ketekunan adalah pedang yang tiada ia diletakkan pada sesuatu pasti akan terputuslah sesuatu tersebut. Dan bumi Allah tidak akan sepi dan kekurangan dari orang yang menegakkan agama Allah denagn hujahnya. Sungguh telah bersabda RasuluLlah SAW ,”Tidak henti-hentinya diantara umatku yang selalu menegakkan kebenaran (haq) dan segala sesuatu tidak akan dapat membahayakan mereka sampai Allah meetapkan keputusanNya. Mereka itulah pelita dunia, dan pemegang amanah, dan pewaris para Nabi SAW. Mereka itulah tentara Allah (HizbuLlah) dan ketahuilah sesungguhnya tentara Allah adalah oraang-orang yang beruntung.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=14&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/04/16/fasal-10-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fasal 10</title>
		<link>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/04/13/fasal-10/</link>
		<comments>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/04/13/fasal-10/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2007 04:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/04/13/fasal-10/</guid>
		<description><![CDATA[( Fasal 10) dan wajib bagi kamu untuk berpegang teguh kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasul  dan bergantung kepada keduanya, karena keduanya adalah agama Allah yang kokoh dan jalanNya yang lurus. Barang siapa yang mengambil keduanya, maka ia akan selamat, dan akan mendapat petunjuk dan akan terjaga. Dan barang siapa yang mengabaikannya keduanya, maka akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=13&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-13"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><u><span style="font-size:24pt;font-family:'Monotype Corsiva';color:purple;">( Fasal 10)</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:navy;">dan wajib bagi kamu untuk berpegang teguh kepada <em>Kitab Allah </em>dan <em>Sunnah Rasul</em><span>  </span>dan bergantung kepada keduanya, karena keduanya adalah agama Allah yang kokoh dan jalanNya yang lurus. Barang siapa yang mengambil keduanya, maka ia akan selamat, dan akan mendapat petunjuk dan akan terjaga. Dan barang siapa yang mengabaikannya keduanya, maka akan tersesat dan menyesal dan mengalami kerusakan. Maka jadikanlah keduanya sebagai penunjuk jalan bagimu. Dan kembalilah kepada keduanya dalam segala hal urusanmu dengan niatan melaksanakan wasiyat Allah dan wasiyat rasulNya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Wahai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada Rasul dan pemerintah kamu sekalian. Maka apabila diantara kamu berselisih tentang sesuatu hal maka kembalikanlah urusannya kepada Allah dan kepada RasulNya- artinya kembalikan kepada <em>Kitab </em>dan <em>Sunah. </em>RasuluLlah SAW bersabda, “Aku berwasiat kepadamu dengan sesuatu yang apabila kamu semua berpegangan kepadanya niscaya tidak akan tersesat selamanya – <em>KitabuLlah </em>dan <em>sunnahku.</em> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalahmuawwanah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalahmuawwanah.wordpress.com&amp;blog=841931&amp;post=13&amp;subd=risalahmuawwanah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalahmuawwanah.wordpress.com/2007/04/13/fasal-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
